Pemandian Air Panas Tertua di Jepang: Dogo Hot Springs

Wisata pemandian air panas mesti dicoba saat liburan ke Jepang. Nah, di Prefektur Ehime ada onsen tertua Jepang yang bernama Dogo Hot Spring.

Japan Airlines (JAL) dan Japan National Tourism Organization (JNTO) berkunjung ke Prefektur Ehime, salah satu tempat wisata di Jepang . Menjelajahi Kota Matsuyama, ada satu tempat yang jadi ikon, Dogo Hot Spring.

Dogo Hot Springs Jepang

Bagi traveler penyuka film Gibli pasti sudah tidak asing lagi dengan Dogo Hot Spring. Resor ini jadi inspirasi di balik film Spirited Away.

Resor terbagi ke dalam 3 bangunan yang dibangun dalam kurun waktu yang berbeda. Bangunan utama yang menjadi simbol dari Dogo Onsen dibangun pada tahun 1894.

Sebagai pemandian umum, bangunan utama dibangun dengan gaya bangunan khas Jepang. Bangunan didominasi dengan kayu dan simbol burung bangau. Bangunan pertama ini sudah menjadi properti penting milik negara.

Ada 2 gedung baru yang berada tak jauh dari bangunan utama, Asuka No Yu dan Tsubaki No Yu. Bangunan ini sengaja dibangun karena pemandian utama harus direnovasi. Sehingga para wisatawan tetap bisa menikmati Dogo Onsen setiap waktu.

"Tak perlu khawatir, karena aliran yang digunakan sama persis dengan yang ada di bangunan utama," ujar Yuzo Yoshino, International Affairs Division Economic and Labor Department Ehime Prefectural Goverment.

Masyarakat Jepang percaya bahwa mata air yang mengalir di Dogo Onsen memiliki manfaat untuk menyembuhkan penyakit. Oleh sebab itu, bukan cuma masyarakat, tapi raja-raja Jepang pun berkunjung ke Dogo Onsen.

Hal ini bisa terlihat adanya Yushiden atau tempat mandi khusus untuk keluarga kerajaan. Ini menjadi satu-satunya pemandian kerajaan di Jepang.

Yushiden selesai dibangun pada tahun 1899. Sehingga kelurga kerajaan bisa leluasa saat berkunjung di musim panas.

"Pengunjung onsen bisa melihat langsung Yushiden saat tidak ada keluarga kerajaan yang datang," kata Yoshino.

Selesai mandi, wisatawan bisa berjalan-jalan atau belanja di Dogo Shopping Arcade. Kawasan ini berada tepat di depan bangunan utama Resor Dogo.

Di kawasan ini banyak toko-toko yang menawarkan makanan khas Ehime dan berbagai suvenir. Traveler yang habis berendam di Dogo Onsen akan terlihat lalu lalang dengan menggunakan yukata. Kawaii!

Setelah berkeliling di Dogo Shopping Arcade, ada Botchan Karakuri Clock yang juga jadi ikon. Jam besar ini dibangun dalam rangka peringatan 100 tahun bangunan utama dari Dogo Hot Spring.

Uniknya, akan terdengar musik dan boneka-boneka dari karakter novel Botchan, karangan Soseki Natsume setiap jam. Di sarankan untuk melihatnya antara pukul 08.00 sampai 22.00 waktu setempat.

Di sebelah Botchan Karakuri Clock terdapat Ashiyu atau hot footbath. Ashiyu adalah tempat berendam air panas khusus kaki. Ashiyu bisa dinikmati secara gratis oleh wisatawan.

Masih ada lagi nih, Kereta Botchan. Ini adalah kereta yang dibuat menyerupai kereta uap pada tahun 1880an dan 1950an. Lajur kereta ini menghubungkan Dogo Onsen dengan area pusat Kota Matsuyama, Ehime.

Untuk bisa berendam air panas di Dogo Onsen yang legendaris, traveler akan dipungut biaya JPY 4.000 atau sekitar Rp 514.520 per orang.

Kamu yang mau berkeliling dengan becak orang juga bisa lho. Becak ini ditarik oleh tegana manusia dan ngetem di depan Dogo Onsen dari pagi sampai malam. Pernak-pernik seperti boneka juga disediakan di dalam kereta. Harganya tergantung dari jalur yang dipilih.
Share:

0 komentar:

Post a Comment